• Cara Kerja dan Macam Fungisida
    Cara Kerja dan Macam Fungisida
    24/02/2016 - 0 Comments

    Fungisida merupakan senyawa kimia yang mempunyai peranan dalam mengendalikan…

  • Pupuk hayati Sebagai pembenah tanah organik
    Pupuk hayati Sebagai pembenah tanah organik
    21/04/2017 - 1 Comments

    Pupuk hayati (biofertilizer) seringkali dianggap sebagai pupuk organik.…

  • Fungsi dan Pengertian pupuk hayati
    Fungsi dan Pengertian pupuk hayati
    11/02/2020 - 2 Comments

    Pupuk hayati (biofertilizer) seringkali dianggap sebagai pupuk organik.…

  • Membasmi Lalat putih
    Membasmi Lalat putih
    28/02/2016 - 1 Comments

    Hama yang mengganas di musim kemarau ini terutama mengincar jambu biji,…

  • Penyebab Buruk Salah Aplikasi Pupuk Daun
    Penyebab Buruk Salah Aplikasi Pupuk Daun
    14/06/2016 - 0 Comments

    Pupuk daun sangat baik sekali diaplikasikan terhadap tanaman, namun dengan…

  • TEKNIK BUDIDAYA PADI METODE S.R.I (System of Rice Intensification)
    TEKNIK BUDIDAYA PADI METODE S.R.I (System of Rice Intensification)
    23/02/2016 - 0 Comments

    SRI merupakan singkatan dari System of Rice Intensification, suatu sistem…

TLOGO UPPO Solusi Kelangkaan Pupuk diTingkat Petani  TLOGO Simluhtan, Kelompok Tani, E RDKK dan Pupuk Subsidi  TLOGO Kelebihan dan kekurangan Pupuk Daun  TLOGO Fungsi dan Pengertian pupuk hayati  TLOGO Pengalaman dan Perlunya Perubahan Kebijakan Dalam Subsidi Pupuk  

Senin, 23 Mei 2016

Mesin Perontok Padi dari Manual Hingga Mesin Modern

Mesin Perontok Padi

Mesin perontok padi adalah sebuah mesin sederhana yang berfungsi untuk merontokkan atau memisahkan bulir-bulir padi dari batangnya. Mesin perontok padi sangat diperlukan oleh para petani saat musim panen tiba.


Setelah padi mulai menguning pertanda padi sudah tua dan siap dipanen. Batang batang padi di sabit dan dikumpulkan menjadi satu. Untuk memudahkan dalam penggilingan, bulir bulir padi yang masih menempel dibatang ini harus dirontokan terlebih dahulu sehingga menjadi gabah. 

Mesin Perontok Padi Papan Kayu

Dahulu untuk merontokan padi para petani memukul-mukulkan batang padi ada balok kayu ( mirip kayu untuk cuci baju ). Cara ini dilakukan saat teknologi belum menyentuh ke bidang pertanian, terutama di desa-desa dan daerah terpencil.


Cara ini membutuhkan tenaga yang ekstra karena murni menggunakan tenaga manusia dan proses nya memakan waktu yang relatif lama. Apalagi bila jumlah padi yang mau dirontokkan cukup banyak. Seiring berjalanya waktu, cara ini mulai dianggap kurang eektif dan efisien maka diciptkanlah alat perontok padi secara manual. 

Mesin Perontok Padi Manual ( Kayuh )

Alat perontok padi manual ini dibuat dari kayu yang berbentuk silinder dan diberi paku paku. Silinder paku paku ini diberi AS dan dihubungkan dengan kayuh melalui rantai.

Mesin Perontok Padi Kayuh

Cara kerja alat perontok padi manual ini adalah saat batang dikayuh, maka silinder yang berpaku tersebut akan berputar ( mirip sepeda ) kemudian batang batang padi didekatkan ke silinder. Maka silinder berpaku akan bekerja seperti menyisir bulir bulir padi sehingga terpisah dengan batangnya. Di jawa alat perontok padi manual ini disebut dengan DOS.

Mesin Perontok Padi Diesel

Seiring dengan perkembangan teknologi, tenaga menusia untuk mengayuh mesin perontok padimanual mulai ditinggalkan dan digantikan dengan mesin diesel. Sehingga proses perontokan padi menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien
Mesin Perontok Padi Diesel

Mesin perontok diesel ini cocok untuk petani yang mempunyai sawah yang luas dan hasil panen yang banyak sehingga proses perontokan padi bisa dilakukan dengan cepat dan gabah siap dijemur untuk digiling menjadi beras.

 Alat perontok padi mesin sederhana

Model atau bentuk alat perontok padi mesin sebenarnya mirip alat perontok padi sistem otel, bedanya hanya pada sistem penggeraknya.

Alat perontok padi mesin


 Alat perontok padi mesin modern

Jenis alat perontok padi mesin modern banyak sekali jenis dengan berbagai merknya. Di bawah ini salah satu contoh mesin perontok padi modern.

Alat perontok padi modern

Related Posts:

4 komentar: