Proses pembajakan Sawah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Proses Semai

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Padi Mulai Berbuah

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Panen Oleh Penyuluh Kecamatan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Proses Penimbangan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 28 Februari 2016

Membasmi Lalat putih

Hama yang mengganas di musim kemarau ini terutama mengincar jambu biji, menyebabkan daun berkerut, kering lalu rontok. Antara bulan Agustus-Oktober tahun lalu, dibuat resah oleh hama kecil-kecil selembut kutu, yang menyerang permukaan bawah daun. Mereka membentuk lapisan putih seperti kapas. Hama ini menyebar luas di seluruh kebun jambu biji Jabotabek, dalam tempo kurang dari 3 bulan.
Campur baur
Kalau daun yang terserang itu diamati lebih seksama kita akan menemukan campuran telur, nimfa (larva) dan imago (binatang dewasa) yang sudah bersayap, dengan panjang tubuh kurang lebih 2,5 mm. pada satu daun bisa ditemukan lebih dari 100 ekor campuran berbagai tingkatan itu. Imago yang bersayap itu berwarna putih, sehingga dikira “kutu” putih. Padahal ia sejenis lalat putih, Aleurocanthus woglumi dari familia Aleurodidae, ordo Homoptera.Nimfanya lebih mirip kutu putih Aphid, tapi lilin putihnya lebih sedikit.
Menusuk-mengisap
Hama ini mempunyai mulut penusuk-pengisap yang akan ditusuk-tusukkannya ke jaringan daun, untuk mengisap cairannya. Daun yang terserang akan berkerut lantaran kehilangan cairan, seterusnya akan menguning, kering lalu rontok. Serangan yang berat akan menyebabkan tanaman jambu tampak akan merana.
Nimfanya mengeluarkan embun madu yang merupakan substraat yang baik bagi cendawan jelaga pembentuk lapisan hitam pada permukaan daun. Tanaman akan semakin parah, kalau cendawan ini merajalela dan menghalangi cahaya matahari yang seharusnya diterima oleh daun, sehingga fotosintesa terhambat.
Penularan
Lalat putih yang bersayap bergerak aktif dari satu tanaman ke tanaman lain, dalam rangka mencari sumber makanan baru. Kalau tidak menyerang jambu biji, ia mau juga menyerbu jeruk, jambu mete, sirsak dan mawar. Penularan juga dapat dilakukan oleh nimfa (secara pasif), yang berpindah ke tanaman lain karena terbawa angin atau percikan air hujan.
Pengendalian
Kalau hamanya tidak banyak, pengendalian dapat dilakukan secara mekanik dengan jalan mengerok permukaan daun yang terserang dengan sikat gigi (bekas). Tetapi kalau serangan sudah berat, mau tak mau harus disemprot insektisida. Antara lain Lannate L (2,5 cc/liter air). Elsan 60EC (2cc/liter air), Mikrab 50 WP (4g/liter air), Gusadrin 150 WSC (4cc/liter air) dan Kiltop 50 EC (2-3 cc/liter air). Pilih salah satu saja. Penyemprotan dilakukan setiap seminggu sekali sampai serangan dinilai reda.

Jumat, 26 Februari 2016

MENGENDALIKAN SERANGAN ULAT GRAYAK

Prof. Soemartono Sosromarsono, Dr. Aunu Rauf dan Ir. A. Toerngadi, MSc, ketiganya pakar serangga hama pertanian IPB, merekomendasikan tujuh cara terpadu untuk mengendalikan serangan ulat grayak. Berikut cara-cara tersebut.
  • Pengamatan rutin
Ledakan ulat grayak hanya terjadi secara temporer. Biasanya serangan yang ganas terjadi lantaran populasi ulatnya sangat tinggi. Justru karena itulah pengamatan rutin sangat diperlukan. Dengan cara ini kehadiran hama perusak bisa terdeteksi sedini mungkin.
  • Pengendalian mekanis
Kelompok telur atau ulat usia muda dikumpulkan dan dibakar. Sedangkan sawah yang pernah terkena ulat grayak sebelum ditanami perlu digenangi air, sisa panenan dibabat dan tunggul-tunggul dibakar. Ini merupakan upaya mematikan ulat dan kepompong yang tinggal dipangkal rumpun serta bisa menjadi sumber bencana pada musim tanam berikut.
  • Sanitasi lapangan
Waktu melakukan sanitasi lapangan, gulma berdaun lebar dan rerumputan di sekitar pertanaman jangan dibabat habis. Sisakan sedikit untuk tempat hidup ulat grayak pada populasi yang sangat rendah. Kalau ulat grayak pada suatu saat musnah total, dikhawatirkan musuh alaminya jenis-jenis belatung dari keluarga Tachinidae-pun hilang. Kerugiannya, begitu sang ulat mendadak merajalela, maka tidak ada musuh alami yang mengendalikannya.
  • Pengendalian kimiawi
Insektisida itu racun. Wajar jika pengendalian dengan insektisida merupakan pilihan terakhir. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari saat ulat masih usia muda. Daya tahan ulat tua terhadap insektisida besar sekali. Insektisida yang bisa dipakai ialah yang bersifat racun kontak dan racun perut. Dosisnya sesuai aturan pakai.
  • Pengendalian biologis
Pengendalian biologis artinya memanfaatkan serangga penyengat dari famii Tachinidae untuk menahan laju perkembangan hama yang aktif di malam hari. Serangga penyengat seperti Palexorista lucagus atauCuphocera varia meletakkan telur di tubuh ulat grayak. Begitu telur jadi belatung, ia merusak jaringan tubuh ulat. Dalam waktu 3-5 minggu belatung berubah menjadi kepompong dan saat itulah si grayak mati.
Kelemahan cara ini ialah tingkat parasitisasinya rendah dan populasi musuh alami ulat grayak baru meningkat setelah wabah merajalela.
  • Tanam serentak
Untuk mencegah ketersediaan makanan bagi ulat, penanaman sebaiknya dilakukan serentak sehingga panen pun bisa bersamaan. Seandainya tidak serentak, tanaman yang paling akhir ditanam kemungkinan besar terkena wabah ulat grayak lantaran populasi hama ini sudah banyak.
  • Pergiliran tanaman
Pergiliran tanaman merupakan upaya memutuskan kelangsungan hidup ulat dengan menanam tanaman yang bukan inangnya. Biasanya pergiliran yang dilakukan ialah padi-padi-palawija atau padi-palawija-padi. Sampai sekarang tujuh cara terpadu itu yang dianggap cocok untuk menangkal serangan ulat grayak, sampai ditemukan jenis pengendalian lain yang lebih jitu.

HEMAT TEMPAT, BUAHNYA NIKMAT

Bertanam melon tak harus di lahan luas. Di teras atau di garansi mobil pun, oke. Takut kotor ? Terapkan sistem hidroponik. Tanaman Berbuah, Anda Pasti Puas.
Ada berapa ke untungan bertanaman melon sistemik hidroponik. Irit temapat dan tidak mengotori temapat. Di wadah yang sama bisa di tanami berunglangkali. Bahkan ke-butuhan nutrisinya bisa diatur.
Idealnya, menanam melon hidroponik  di dalam greenhouse. Itu kalau untuk skala bisnis. “Tetapi untuk skala hobiis, tak ada rumah kaca pun tak masalah,” kata Gun-toro, staf produksi di Tanaman Wisata Mekarsari (TWM), di Cileungsi, Bogor.
Menyemai benih
Langkah awal, siapkan benih. Banyaknya benih dijual dalam kemasan sachet. Anda tinggal pilih varietasnya. Misalnya golden langkawi, sky rocket, sun, dan lain-lain. Perhatian tanggal kedaluwarsanya yang tertera dikemasan.
Benih disemai dalam media cococpeat dan arang sekam. Sebelum benih disebar, sebaiknya direndam dulu dalam larutan pupuk organik atau ZPT selama sehari. Bak semai idealnya berukuran 30cm x 40 cm. Atau, disesuaikan dengan jumlah benih yang akan disemai. Jangan sampai berdesakan.
“Benih bisa berkecambah umur 3-4 hari,” kata Wilma, dari bagaian produksi TWM. Bibit siap dipindah tanam (transplanting) sakat daun lembaganya sudah lepas, kira-kira berdaun 3 helai. Berumur sekiatar 2 minggu.
Sembari menunggu perkecambahan, Anda siapkan media (pot) bisa berupa polybag, pipa PVC atau plastik slab. Kalau ada menggunakan PVC atau plastik slap, satu wadah muat lebih dari satu tanaman. Stab slap panjangnya 2m, muat 4 tanaman. Jarak tanaman 50 cm. Sisi samping (kiri-kanan) dibuat lubang buangan air yang berlebih. Lubang dibuat setengah dari tinggi wadah.
Kemudian plastik itu diisi media. Anda bisa menggunakan rock wool, pasir atau arang sekam. Pilih salah satu, kemudian disterilisasi dengan cara dikukus pada suhu 100 ⁰C (air mendidih) selama 25 menit. Kemudian masukkan media ke dalam plastik tempat tumbuh tadi
Bisa tanpa timer
Selanjunya, anda siapkan nutrisinya. Nutrisi bisa Anda bikin sendiri campuranya. Tetapi kalau tidak mau repot, paket nutrisi itu sudah tersedia di toko pertanian. Biasanya diberi nama larutan  A dan B atau AB mix.
Larutan A atau B berujud larutan pekat. Maka perlu diencerkan. Takarannya, larutan A dan B masing-masing 5cc dilarutkan dalam 1 liter air. Setelah A dan B diencerkan, lantas dicampur dan siap disiramkan.
Peniyraman pertama dilakukan sebelum tanaman ditransplanting. Media dibasahi dengan larutan nutrisi hingga larutan nutrisinya menetes. Media pun siap untuk ditanami.
Transplantig bagus dilakukan pada sore hari untuk mengurangi stres tanaman. Bibit dibenamkan sebatas leher batang, lantasan ditutup rata dengan media hidroponik.
Selanjutnya Anda tinggal melihara. Penyiraman merupkan kunci utama pemeliharaan. Idealnya, penyiraman dilakukan dengan sistem timer. Setiap 2 ja sekali disiram denga lama penyiraman 10-25 menit. Tetapi bagi hobiis rumahan dengan tanaman sedikit, peniyiraman bisa dilakukan dengan gayung. Bulan pertama volume penyiramannya 150 ml per slab sekali meniram. Sementara pada usia tanaman lebih dari 2 bulan volume siramana bertambah menjadi 300-400 ml.
“Secara mudah, penyiramana dilakukan sampai air menetes,” untuk intensitasnya, semakin sering semakin bagus.
2,5 bulan panen
Selanjutnya lakuakan pemangkasan tunas lateral (tunas sampai) dari cabang 1 sampai 14 yang dihitung dari bawah. Tujunanya agar pertumbuhan terkonsentrasikan ke atas. Setelah cabang ke-14, pertumbuhan distop dengan pemangkasan pucuk. Setelah dipangkas, biasanya akan bercabang dua. Dua cabang ini dirambatkan ke turus/ tali.
Sama halmnya denga tunas, tak semua buah dipelihara. Agar buahnya bagus dan maksimal, dalam satu tanaman hanya disisakna  satu buah. Seleksi buah di lakukan saat buah berukuran sebesar telur ayam (2 minggu setelah penyerbukan). Kjika dilakukan seleksi saat buah masih kecil, belum terlihat kecacatannya. Jika dilakukan saat buah sudah besar, akan membuang nutrisi percuma.
 Sisakan buah yang bentuknya bu;at telur dan memiliki pertumbuhan baik alias tidak rusak. Nah, saat ukuran buah tidak bertambah lagi. Itu pertanda siap dipanen. Ciri lain daun paling dekat dengan buah sudah mengering. Lingkaran  dekat pangkal buah mulai terlihat letak. “Ciri lainya, buah mengeluarkan bau harum,”.

Kamis, 25 Februari 2016

Cara Memilih Benih dan Penyiapan Bibit Padi yang Benar

Penggunaan benih bersertifikat dan benih dengan vigor tinggi sangat disarankan, karena (1) benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak, (2) benih yang baik akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan yang seragam, (3) ketika ditanam pindah, bibit dari benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar, dan (4) benih yang baik akan memperoleh hasil yang tinggi.

Gabah padi dapat dikelompokkan dalam dua grup, yaitu gabah yang memiliki densitas tinggi (DT) dan gabah dengan densitas rendah (DR). Gabah dengan DT memiliki spesifik gravitasi sekurang-kurangnya 1,20. Sedangkan gabah dengan densitas rendah (DR), spesifik gravitasi gabah sebesar 1,05 atau bahkan kurang. Gabah dengan DR tinggi memiliki tingkat abnormalitas bibit rendah. Pada benih dengan gabah densitas tinggi, lebar dan berat daun serta jumlah penggunaan karbohidrat oleh bibit lebih tinggi dibandingkan dengan gabah yang densitasnya rendah. Di lapangan, bibit yang berasal dari gabah dengan densitas tinggi akan lebih baik dari bibit yang berasal dari gabah dengan densitas rendah. Benih dengan kualitas baik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil.

Cara memilih benih yang baik

Untuk memilih benih yang baik, benih direndam dalam larutan 20 g ZA/liter air atau larutan 20 g garam/ liter air. Dapat juga digunakan abu dengan menggunakan indikator telur, yang semula berada dalam dasar air setelah diberi abu telur mulai terangkat kepermukaan. Kemudian benih yang mengambang/mengapung dibuang.

Untuk daerah yang sering terserang hama penggerek batang, disarankan benih perlakukan dengan pestisida berbahan aktif fipronil. Perlakuan pestisida ini juga dapat membantu mengendalikan keong mas.

1. Persiapan lahan pembibitan

Buat bedengan pembibitan dengan lebar 1,0-1,2 m dengan panjang bervariasi menurut keadaan lahan dan dengan luas pembibitan 400 m2. Luas bedengan ini cukup untuk ditebari 20-25 kg benih. Diusahakan agar lokasi pembibitan dekat dengan sumber air dan memiliki drainase yang baik, agar tempat pembibitan bisa cepat diairi dan cepat pula dikeringkan bilamana perlu. Setelah benih dipisahkan dari benih yang setengah terisi, sebelum disebarkan di pembibitan benih dibilas agar tidak mengandung larutan pupuk atau garam untuk kemudian direndam selama 24 jam dan setelah itu ditiriskan selama 48 jam.

2. Gunakan bahan organik pada lahan pembibitan
Saat menyiapkan pembibitan, campurkan untuk setiap m2 bedengan sekitar 2 kg bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, atau campuran berbagai bahan antara lain kompos, pupuk kandang, serbuk kayu, abu, sekam padi. Penambahan bahan organik memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar bisa dikurangi.

3. Lindungi bibit padi dari serangan hama

Tikus sangat menggemari benih padi yang baru disebar. Oleh karena itu berbagai usaha pengendalian hama tanaman perlu dilakukan di saat pembibitan. Buat pagar plastik mengelilingi tempat pembibitan untuk mencegah serangan tikus. Usaha ini akan lebih efektif apabila tempat pembibitan masing-masing petani berdekatan, atau bahkan bersama dalam satu lokasi pembibitan. Pasang bubu perangkap pada pagar plastik untuk

Waktu Yang Tepat Untuk Memupuk Tanaman Padi

Untuk memahami pemupukan bagi tanaman padi, kita harus mengetahui umur tanaman padi terlebih dahulu. Sekarang ini banyak varietas padi yang dilepas pemerintah berumur genjah. Contoh, Inpari 10 berumur 108-116 hari dan Inpari 13 berumur 103 hari.
Tetapi untuk padi ciherang dan IR 64 umumnya berumur 115-125 hari.

FASE TUMBUH PADI

Dengan melihat 2 kondisi ini saja, kita akan kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.
Kalau saya pribadi, untuk menentukan kapan tanaman padi dipupuk dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.
Saya ambil contoh padi ciherang yang berumur 115 – 125 hari.
Biasanya pembagian fase-fase ini adalah sbb :
- persemaian 20 hari
- fase vegetatif 35 hst
- fase generatif reproduktif 36-65 hst
- fase generatif pematangan 66-100 hst
- PUPUK DASAR, Sswaktu bibit pindah tanam, bibit perlu waktu sekitar 8-12 hst atau rata-rata 10 hst untuk dapat memperkokoh perakaran. Saat inilah, sebaiknya pemupukan pertama dilakukan. Sebab pada saat itu daun dan akar tanaman padi sudah mulai berkembang. Dengan demikian akan maksimal menyerap unsur hara.

Jangan diberikan pada waktu 0-5 hst, sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam  kondisi stres. Artinya akar belum siap menerima pupuk. Bila kita berikan akan sia-sia, apalagi kita berikan pupuk urea dalam jumlah yang tinggi.  Sebab pupuk urea mudah menguap dan bersifat higroskopis. Pada waktu pemberian sebaiknya memperhatikan kondisi air. Sebaiknya sewaktu pemberian pupuk, saat kondisi air lagi macak-macak.

- PUPUK SUSULAN KE-1 . Diberikan sekitar pekan ke 3  ( sekitar 21-25 hst ) ditandai setelah para petani melakukan pengoyosan, saat inilah pemupukan dilakukan. Sewaktu pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Dengan putusnya akar, tanaman akan membentuk anakan baru.  Pada kondisi ini seperti ini, tanaman dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal ke depannya.

- PUPUK SUSULAN KE-2. Diberikan sekitar umur tanaman mencapai pekan ke 5 ( sekitar 30-40 hst ). Masa ini adalah peralihan dari fase vegetatif ke generatif. Dalam kondisi ini tanaman sedang membutuhkan nutrisi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang optimal.

Agar Bunga dan Bakal Buah Tidak Rontok

Saat tanaman berbunga dan berbuah merupakan saat yang paling dinantikan oleh para petani atau pecinta tanaman. Namun, harapan untuk bisa memanen buah kadang tidak menjadi kenyataan karena bunga rontok dan berguguran sebelum berkembang sempurna. Oleh karena itu, sebelum tanaman gagal panen karena bunganya layu sebelum berkembang, perlu diketahui beberapa penyebab kerontokan bunga dan pencegahannya. Secara umum, kerontokan bakal buah pascapersarian bunga disebabkan oleh beberapa faktor :
  1. Kerontokan karena faktor fisiologis kimiawi
Kandungan nutrisi, khususnya hara fosfat (P) dan kalium (potassium=K) yang terbatas dalam tanah atau media tanam tabulampot menjadi faktor penyebab utama kerontokan bunga dan bakal buah atau buah yang sedang mengalami proses pembesaran. Jika kandungan kalium dalam tanah sangat terbatas, maka kerontokan buah akan menjadi lebih banyak. Kerontokan buah ini akan semakin parah jika pasokan air dari dalam tanah ke tanaman juga terbatas. Jika kerontokan buah disebabkan oleh faktor malnutrisi kalium, maka pemberian pupuk kalium, baik dalam bentuk tunggal (Kalium Chloride, KCl) maupun dalam bentuk majemuk (Kalium nitrate, KNO3) dapat menjadi solusi untuk mengatasi kerontokan buah.
  1. Kerontokan karena faktor biologis
Pascapersarian bunga seharusnya diikuti oleh pembentukan bakal buah yang akan berkembang menjadi buah sempurna. Namun sering terjadi bakal buah rontok karena terserang beberapa jenis hama maupun penyakit buah. Hama-hama ini umumnya menyerang pada saat pembentukan kelopak bunga hingga pembentukan bakal buah pascapersarian bunga. Beberapa hama berwujud ulat memakan bakal buah yang baru terbentuk, sedangkan hama penggerek menghisap cairan sel bakal buah yang baru terbentuk, serta beragam jenis kutu penghisap cairan sel yang mengeluarkan sejenis madu yang disukai oleh semut. Penggunaan pestisida dan fungisida nabati atau kimia serta umpan feromon bisa menjadi solusinya.
  1. Kerontokan karena faktor fisik
Di musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama rontoknya bunga atau bakal buah pasca persarian. Dalam kondisi basah, benangsari (alat kelamin jantan pada bunga) lengket satu sama lain karena terikat oleh air, benangsari tidak bisa bertemu dan membuahi kepala putik (alat kelamin betina pada bunga). Sebaliknya di musim kemarau, suhu panas yang ekstrim disertai dengan pengaruh kelembaban yang rendah di siang hari, juga menjadi faktor fisik penyebab kegagalan persarian. Penggunaan plastik penutup pada kuntum bunga bisa menjadi salah satu solusi sederhana dari masalah ini.
  1. Kerontokan karena sebab yang lain
Selain faktor-faktor tersebut di atas, pada tanaman tertentu, terdapat selisih waktu yang cukup nyata antara pemasakan benang sari (alat kelamin jantan) dan kepala putik (alat kelamin betina). Artinya, benang sari masak lebih awal atau bahkan masak lebih lambat dari masaknya kepala putik. Pemberian beberapa senyawa kimia, misalnya gibberelic acid (GA3), dapat merangsang terjadinya pemasakan benangsari yang serempak dengan pemasakan kepala putik atau sebaliknya. Sementara pada kasus ketidakhadiran serangga penyerbuk sehingga sulit bagi benang sari bunga untuk menyerbuki kepala putik, serta tidak adanya angin sebagai media penyerbukan, bisa dilakukan penyerbukan buatan dengan bantuan tenaga manusia, contoh pada tanaman panili, beberapa varietas salak, serta varitas buah naga.  (http://leira-fruit.blogspot.co.id/)

Memilih Lahan Tanam Cabai di Musim Hujan

Memelihara tanaman cabai di musim hujan memang lebih berisiko dibandingkan di saat musim kemarau. Selain faktor curah hujan tinggi, yang bisa membuat genangan di lahan tanam,  cabai juga lebih berisiko terserang hama dan penyakit. Kondisi hujan yang sering disertai mendung juga membuat intensitas sinar matahari berkurang sehingga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman cabai. Untuk itu sebagai antisipasi dibutuhkan kecermatan dalam memilih lahan tanam agar tanaman cabai tetap tumbuh sempurna dengan hasil panen melimpah.
Langkah pertama, pilih lahan yang memiliki saluran air (drainase) yang cukup baik agar dapat mengatur aliran air untuk menghindari genangan di area penanaman cabai. Agar air terbuang tuntas, arahkan drainase ke tempat yang lebih rendah atau menuju ke badan air yang ada di sekitarnya. Untuk melindungi tanaman cabai dari genangan maka perlu dibuat bedengan dengan ukuran menyesuaikan kondisi lahan. Lahan juga harus berada di kawasan terbuka, bebas dari naungan pohon agar tanaman memperoleh sinar matahari optimal. Lahan ideal untuk tanaman cabai di saat musim hujan adalah yang berada di ketinggian 200-600 m dpl. Pada lahan di atas 600 m dpl kabut sering turun sehingga kelembaban tanaman terlalu tinggi dan mempercepat perkembangan penyakit.
Untuk memperoleh hasil terbaik, jenis tanah yang sangat liat/lengket (kurang porous) seperti tanah grumosol dan podzolik merah kuning sebaiknya dihindari karena pembuangan air menjadi sulit bila terguyur hujan terus menerus. Tanah latosol cokelat, andosol, dan jenis tanah lain yang mudah membuang kelebihan air merupakan tanah yang ideal untuk bertanam cabe di musim hujan. Selain itu, pada musim hujan penanaman cabai pada tanah masam (pH<6) harus dihindari karena tanah masam sangat sesuai untuk perkembangan penyakit tanaman yang ditularkan lewat tanah seperti layu Fusarium, Phythophtora, dan lain-lain. Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya cabai berkisar antara pH 5,5-6,8, sedangkan pH optimal 6,0-6,5. Bila pH rendah bisa dilakukan pengapuran.
Untuk menghindari serangan hama dan penyakit, lokasi tanam sebaiknya bukan bekas lahan tanaman cabe atau bukan bekas tanaman family Solanaceae (tomat, kentang, terung, dan sebagainya). Lahan bekas tanaman padi, kedelai, kacang hijau, buncis, jagung, kubis bunga, dan semangka dapat digunakan untuk bertanam cabe di musim hujan. Letak lahan yang akan diusahakan sebaiknya juga jauh dari tanaman cabe, terung, atau tomat karena hama dan penyakit yang terdapat pada tanaman cabai tersebut akan berpindah ke tanaman lain yang masih muda.
Setelah semua persyaratan lahan terpenuhi, jangan lupa lakukan pemupukan dengan baik dan benar serta gunakan benih yang tahan terhadap curah hujan yang tinggi. Penggunaan mulsa akan sangat membantu mengontrol kondisi lahan tanam cabai agar memperoleh hasil panen terbaik

Penerapan Pemupukan Berimbang Spesifik Lokasi


Program pemerintah khususnya dibidang pertanian  adalah dalam bentuk pencapaian swasembada pangan (padi, jagung, kedelai, tebu, dan daging). Namun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi yang antara lain adalah (1) Degradasi dan Penurunan Produktivitas Lahan; (2) Konversi dan Fragmentasi Lahan; (3) Kelangkaan/Keterbatasan Lahan Subur; (4) Variabilitas & Perubahan Iklim; (5) Terbatasnya infrastruktur.
Di dalam konsep pemupukan berimbang, pemberian sejumlah pupuk untuk mencapai ketersediaan hara-hara esensial yang seimbang dan optimum ke dalam tanah, adalah untuk Meningkatkan produktivitas dan mutu hasil pertanian; Meningkatkan efisiensi pemupukan; Meningkatkan kesuburan dan kelestarian tanah; serta Menghindari pencemaran lingkungan dan keracunan tanaman. Diharapkan dengan pemupukan sesuai status hara tanah, maka kebutuhan tanaman dan target hasil (neraca hara)bisa tercapai.  Adapun penentuan dosis pupuk yang sesuai status hara tanah dan kebutuhan tanaman ditetapkan dengan uji tanah. Pengelolaan bahan organik dan pupuk hayati dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pupuk anorganik.
Pupuk berimbang “bisa” tetapi “tidak sama” dengan pupuk majemuk (disesuaikan status hara tanah, produktivitas padi atau varietas), dimana formula pupuk majemuk harus bersifat “spesifik lokasi” (sesuai status hara dan produktivitas). Pupuk majemuk tetap memerlukan “Tambahan” pupuk tunggal seperti urea, SP-36 dan/atau KCl.
Prinsip Pemupukan Berimbang  adalah pemupukan dengan empat tepat: (1) Tepat Dosis yaitu sesuai dengan status hara tanah, kebutuhan tanaman, dan target hasil; (2) Tepat Waktu, yaitu Hara tersedia saat tanaman memerlukan dalam jumlah banyak; (3) Tepat Cara, yaitu Penempatan pupuk di lokasi dimana tanaman secara efektif mengakses hara; (4) Tepat Jenis/Bentuk , yaitu Formula pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.
Dinamika hara, Hara tanah berasal dari pelapukan bahan induk, bahan organik, air irigasi dan hujan serta pengelolaan petani. Sehingga Kesuburan tanah sangat erat hubungannya dengan bahan induk, pengelolaan bahan organik dan dosis pemupukan. Keseimbangan hara merupakan keseimbangan antara hara yang ditambah dan diambil tanaman yang muara pada suatu status hara. Jika hara yang ditambah lebih kecil dari  hara yang diambil tanaman maka akan terjadi mining hara tanah (pengurasan), jika hara yang ditambah lebih besar dari hara yang diambil tanaman maka akan terjadi pengkayaan hara tanah (yang jika terjadi secara terus menerus maka akan terjadi kejenuhan), kemudian jika hara yang ditambah setara hara yang diambil tanaman maka yang denikian dinamakan  pelestarian kesuburan tanah.

Produktivitas tanaman akan sangat tergantung dengan ketersediaan hara, dimana dibatasi oleh ketersediaan hara dalam tanah yang paling minimum. Penambahan hara yang kurang berpengaruh terhadap ketersediaan hara lain. Jika hara yang kurang tergolong hara utama, maka produksi akan semakin rendah. Hara nitrogen (N) sangat dibutuhkan, hara P dan K tergantung status haranya. Sedangkan waktu pemupukan disesuaikan dengan stadia pertumbuhan tanaman.
Teknologi pendukung pemupukan berimbang dan prediksi kebutuhan pupuk dapat dilakukan dengan: (1) Peta status Hara P dan K, peta ini biasa digunakan  untuk penyusunan kebutuhan pupuk; (2) KATAM (Kalender Tanah), untuk penyusunan kebutuhan pupuk dan rekomendasi pupuk spesifik lokasi; (3) Software (PHSL, PUPS, PKDSS, Sipapudi), untuk penyusunan rekomendasi pupuk spesifik lokasi; (4) Perangkat Uji Tanah (PUTS,PUTK, PUTR, PUHT), untuk penyusunan rekomendasi pupuk spesifik lokasi.
Sumber: Balai Penelitian Tanah (Balitanah)

Macam Varietas Padi di Indonesia

Secara umum, tanaman padi dibedakan dalam 3 jenis varietas:

1. Varietas Padi Hibrida
Adalah varietas padi yang hasilnya akan maksimal bila sekali ditanam. Tetapi bila benih keturunannya ditanam kembali maka hasilnya akan berkurang jauh. Memang varietas ini dibuat atau direkayasa oleh pemiliknya untuk sekali tanam saja. Tujuannya agar petani membeli kembali. Harga benih hibrida sangat mahal, bisa mencapai 40 ribu-60 ribu per kilo.(mahal banget pokoknya). Varietas padi hibrida ada juga yang dilepas pemerintah. Tapi ada juga yang didatangkan (import) dari negara lain.

Rabu, 24 Februari 2016

ALAT GARIS TANAM JAJAR LEGOWO (ATAJALE)


Penanaman padi di Indonesia saat ini memiliki beberapa cara, diantaranya tegel, cara acak dan cara jajar Legowo. Penanaman padi dengan cara jajar Legowo dapat meningkatkan produktivitas gabah lebih banyak dibandingkan cara lainnya. Namun demikian dimaklumi apabila ada teknologi yang lebih baik, maka umumnya harus diiringi input yang lebih besar.
Cara tanam sistem acak tidak memerlukan aturan khusus jarak tanam, adapun cara tegel dibutuhkan tambahan pekerjaan menggaris tanah dengan garisan yang dibantu dengan bentangan tali agar penanaman lebih lurus.
Untuk cara jajar Legowo input yang diberikan perlu lebih besar lagi, selain tambahan pekerjaan menggaris tanah juga harus ada tanda garis untuk menanam sisipan pada baris pinggir bedengan.
Keluhan petani pada cara tanam jajar Legowo umumnya berasal dari para tukang tanam. Menanam bibit padi dengan cara  jajar Legowo dianggap lebih rumit dan lebih lama dibanding cara lainnya.
Bahannya menggunakan kayu yang tersedia panglong kayu atau sisa kayu yang tidak terpakai. Papan jenis yang tahan terhadap air, memiliki bobot relatif ringan dan harga terjangkau. Papan ketebalan 3cm sebanyak 2 buah (Rp.30.000 x 2= 60.000), kelahar bekas 2 buah (Rp 2500 x 2 = 5000), As dan baut roda sepeda (Rp 5000 x2 = 10.000), tenaga kerja Rp.35000  Total Harga bahan dan ongkos pembuatan caplak Legowo diperkirakan sebesar Rp 125.000,- per unit.
Perbandingan biaya yang dikeluarkan antara menggunakan alat garis biasa dengan alat garis jajar legowo adalah alat garis biasa membutuhkan tenaga kerja 2,5 hari 1 orang tenga kerja per hektar dengan upah Rp 50.000 perhari ( 2,5 hari x Rp. 50.000,- = 125.000) sedangkan dengan alat jajar legowo membutuhkan tenaga kerja 1 hari 1 orang tenga kerja perhektar dengan upah Rp 50.000 perhari ( 1hari x Rp. 50.000,- = 50.000)
Pada gambar, ditunjukkan prototype caplak untuk cara tanam Legowo 2 : 1 dimana dibuat ukuran jarak tanam 20 cm, jarak tanam barisan pinggir 10 cm dan lebar antar bedengan 40 cm. 

KEUNGGULAN KELEMAHAN SISTEM TANAM PADI JAJAR LEGOWO


Tanam Padi Jajar Legowo

Beberapa pendapat manyatakan bahwa istilah Legowo bersumber dari bahasa Jawa, yaitu luas “Lego” dan panjang “Dowo”. Istilah tersebut kemudian diadopsi dan diterapkan pada sistem tanam padi sawah sejak tahun 1996, yaitu dengan adanya lorong yang luas pada tanaman padi serta memanjang sepanjang barisan tanaman.

Cara Membuat Pupuk NPK Sendiri

Kita ketahui bersama selain pupuk NPK harganya mahal apalagi yang tidak bersubsidi (NPK Mutiara, NPK BASF dan NPK Hydro), juga terkadan NPK bersubsidi kalau sedang kita butuhkan sulit didapatkan dikios-kios. Yah……. namanya barang bersubsidi, kadangkala dijadikan sebagai bahan permainan para pedagang. Walaupun terkadang sangat merugikan petani (barang langka dan harga diatas HET).
Artikel cara membuat pupuk NPK sendiri yang akan saya sampaikan merupakan cara menghitung/ mengkombinasi pupuk Urea, SP36 dan KCl sehingga mempunyai kandungan NPK sesuai dengan yang kita inginkan. Pupuk NPK di pasaran mempunyai kandungan berbagai macam, 15:15:15 (NPK Ponska ), 16:16:16 (NPK Mutiara), 20:10:10 (NPK Pelangi) dan lain sebagainya.

Cara Kerja dan Macam Fungisida

Fungisida merupakan senyawa kimia yang mempunyai peranan dalam mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh cendawan (jamur). 

Fungisida mempunyai 2 cara kerja, yaitu (1) Kontak dan (2) Sistemik.

Pengertian Herbisida

Pengertian Herbisida adalah bahan kimia yang dapat menghambat pertumbuhan atau mematikan tumbuhan. Herbisida mempengaruhi proses pembelahan sel, perkembangan jaringan, pembentukan klorofil, respirasi, fotosintesis, metabolisme, nitrogen, aktivitas enzim dan sebagainya. Herbisida sangat diperlukan tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Herbisida berasal dari senyawa kimia organik maupun anorganik atau berasal dari metabolit hasil ekstraksi dari suatu organisme. Herbisida bersifat racun terhadap gulma atau tumbuhan pengganggu, juga terhadap tanaman. Herbisida yang diaplikasikan dengan dosis tinggi akan mematikan seluruh bagian tumbuhan. Namun pada dosis yang lebih rendah, herbisida akan membunuh tumbuhan tertentu dan tidak merusak tumbuhan yang lainnya.

Selasa, 23 Februari 2016

Pengertian Pestisida

  
Pestisida adalah semua bahan racun yang digunakan untuk membunuh organisme hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang dibudidayakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Menurut PP No. 7 tahun 1973, yang dimaksud pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk :
  • Memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit-penyakit yang merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian.
  • Memberantas rerumputan atau tanaman pengganggu/gulma.

Irigasi Teknis

Menurut Mochtar (2002), irigasi teknis adalah saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk pengaturan air irigasi yang mencakup penyediaan, pengambilan, pembagian yang dilengkapi dengan bangunan ukur di seluruh bangunan pembaginya. Fungsi irigasi mendukung produktivitas usaha tani guna meningkatkan produksi pertanian dalam rangka ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani yang diwujudkan melalui keberlanjutan sistem irigasi yang dilakukan dengan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi serta ditentukan oleh keandalan air irigasi, keandalan prasarana irigasi dan peningkatan pendapatan masyarakat petani dari usaha tani.

TEKNIK BUDIDAYA PADI METODE S.R.I (System of Rice Intensification)

SRI merupakan singkatan dari System of Rice Intensification, suatu sistem pertanian yang berdasarkan pada prinsip Process Intensification (PI) dan Production on Demand (POD). SRI mengandalkan optimasi untuk mencapai delapan tujuan PI, yaitu cheaper process (proses lebih murah), smaller equipment (bahan lebih sedikit), safer process (proses yang lebih aman), less energy consumption (konsumsi energi/tenaga yang lebih sedikit), shorter time to market (waktu antara produksi dan pemasaran yang lebih singkat), less waste or byproduct (sisa produksi yang lebih sedikit), more productivity (produktifitas lebih besar), and better image (memberi kesan lebih baik). SRI ditemukan oleh Pendeta Madagaskar Henri de Laulanie sekitar tahun 1983 di Madagaskar.

Menanam Jagung Hibrida Secara TOT

Menanam Jagung Hibrida BISI-2 Secara TOT. Sebagai petani saya belum kapok dengan hasil tanam jagung yang pertama dimana saya kecewa hasil yang dicapai tidak sepadan dengan proses yang dilakukan dan harapan saat memilih menanan jagung.
Persiapan Lahan yang saya lakukan

Pengolahan lahan yang saya lakukan berbeda dengan saat pertama kali saya menanam jagung. Penanaman jagung pertama adalah bekas bongkaran kebun kakao jadi TOT juga yaitu tanpa olah tanah, yang saya lakukan hanya di koak/dilubangi dengan cangkul barisan-barisan jagung kemudian saya isi dengan pupuk kadang setelah beberapa hari baru di tanami jagung.

Teknik Mudah Cara Budidaya Jagung Berkualitas Tinggi

Jagung (Zea mays ssp. Mays) adalah salah satu produsen tanaman pangan karbohidrat yang paling penting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, jagung biji-bijian adalah makanan pokok, seperti untuk sebagian besar penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Pada saat ini, jagung juga menjadi komponen penting dari pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah sebagai sumber minyak dan bahan dasar tepung jagung dimakan. Berbagai produk yang berasal hasil jagung sebagai bahan baku untuk berbagai produk industri.

TEKNIK BUDIDAYA PADI TANPA OLAH TANAH (TOT)

Bertanam padi sawah tanpa olah tanah (TOT) merupakan alternatif teknologi terobosan baru . Dari beberapa percobaan dan penelitian yang dilakukan di tingkat petani tanah sawah tidak perlu diolah berat dan dilumpurkan, tetapi cukup dilakukan pengolahan yang minimal atau bahkan tanpa olah tanah sama sekali. Perbedaan mendasar penanaman padi TOT dengan pananaman padi biasa adalah pada persiapan lahan. Dalam sistem TOT ini tidak dilakukan pembajakan atau pencangkulan tanah. Sebagai gantinya dilakukan penyemprotan herbisida terhadap sisa tanaman padi (singgang) dan gulma yang tumbuh. Adapun cara bertanam lainnya tetap mengikuti pola tanam biasa.

Sistem Pertanian Terpadu pada Lahan Kering


Definisi dan Sistem pertanian terpadu

Sistem Pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan, sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta pengembangan desa secara terpadu. Diharapkan kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang petani berupa pangan, sandang dan papan akan tercukupi dengan sistem pertanian ini.
Atau dapat juga di artikan bahwa Sistem pertanian terpadu merupakan satu sistem yang menggunakan ulang dan mendaur ulang menggunakan tanaman dan hewan sebagai mitra, menciptakan suatu ekosistem yang meniru cara alam bekerja.Pertanian pada hakekatnya merupakan pertanian yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya sehingga aliran nutrisi (unsur hara) dan energi terjadi secara seimbang. Keseimbangan inilah yang akan menghasilkan produktivitas yang tinggi dan keberlanjutan produksi yang terjaga secara efektif dan efisien.
Pertanian terpadu pada hakekatnya adalah memanfaatkan seluruh potensi energi sehingga dapat dipanen secara seimbang. Pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Dengan pertanian terpadu ada pengikatan bahan organik di dalam tanah dan penyerapan karbon lebih rendah dibanding pertanian konvensional yang pakai pupuk nitrogen dan sebagainya. Agar proses pemanfaatan tersebut dapat terjadi secara efektif dan efisien, maka sebaiknya produksi pertanian terpadu berada dalam suatu kawasan. Pada kawasan tersebut sebaiknya terdapat sektor produksi tanaman, peternakan maupun perikanan. Keberadaan sektor-sektor ini akan mengakibatkan kawasan tersebut memiliki ekosistem yang lengkap dan seluruh komponen produksi tidak akan menjadi limbah karena pasti akan dimanfaatkan oleh komponen lainnya. Disamping akan terjadi peningkatan hasil produksi dan penekanan biaya produksi sehingga efektivitas dan efisiensi produksi akan tercapai.

Selain hemat energi, keunggulan lain dari pertanian terpadu adalah petani akan memiiki beragam sumber penghasilan. Sistem Pertanian terpadu memperhatikan diversifikasi tanaman dan polikultur. Seorang petani bisa menanam padi dan bisa juga beternak kambing atau ayam dan menanam sayuran. Kotoran yang dihasilkan oleh ternak dapat digunakan sebagai pupuk sehingga petani tidak perlu membeli pupuk lagi. Jika panen gagal, petani masih bisa mengandalkan daging atau telur ayam, atau bahkan menjual kambing untuk mendapatkan penghasilan.

Struktur pertanian di Indonesia & faktor yang mempengaruhi pertanian

Pengertian atau Definisi Pertanian Menurut Para ahli Agriculture

Banyak orang yang mungkin belum tahu arti dari pertanian pada umumnya dan secara luas dan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui pada hal masyarakat Indonesia merupakan negara agraris yang mungkin sangat akrab dengan kehidupan dilingkungan masyarakat itu sendiri dengan arti pertanian secara luas. Mungkin bagi para pelajar banyak yang mungkin untuk mencari referensi tentang arti pertanian, silahkan.

Pengertian ~ definisi pertanian " Para ahli" ~ Agriculture ~ Wonogiri berbagi

Klasifikasi Tanaman Padi Sawah dan Morfologinya Terlengkap!

Klasifikasi Tanaman Padi Sawah dan Morfologinya Terlengkap!
Klasifikasi Tanaman Padi Sawah dan Morfologinya - Padi merupakan tanaman pangan yang sangat erat dengan bangsa Indonesia. Sudah sejak lama tanaman padi menjadi makanan pokok bangsa Indonesia yang dahulu masih mengkonsumsi jagung disebagian daerah di Indonesia. Padi atau  yang kita konsumsi dengan sebutan beras merupakan jenis tanaman rumput berumpun. Tanaman ini diduga berasal dari Asia dan Afrika bagian barat yang memiliki iklim tropis dan subtropis. Terdapat beberapa sejarah membuktikan bahwa padi telah di budidayakan manusia sejak 3000 tahun Sebelum Masehi di Cina tepatnya di daerah Zhejiang. Selain itu juga ditemukan fosil bulir padi beserta gabah di India dan diduga telah di tanam disana sekitar 100 - 800 Sebelum Masehi. 

Pengertian Hortikultura dan Jenis jenisNya


Hortikultura pada dasarnya berasal dari bahasa Latin yaitu hortus yang berarti tanaman kebun dan cultura yang artinya budidaya. Jika digabungkan dari kedua suku kata tersebut, tanaman hortikultura adalah budidaya tanaman perkebunan. Namun pengertian tersebut belum menggambarkan hortikultura yang sebenarnya. Oleh karena itu kemudian hortikultura dalam perkembangannya digunakan secara lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Jadi dapat diartikan, hortikultura merupakan salah satu cabang dari agronomi namun sedikit berbeda dengan agronomi, karena hortikultura memfokuskan pada budidaya tanaman buah, tanaman bunga atau tanaman hias, tanaman sayuran, dan tanaman obat-obatan. Ciri yang lekat pada tanaman hortikultura adalah produknya yang bersifat perisabel atau mudah rusak karena segar.

Pengertian dan Jenis-jenis Tanaman Pangan


Jenis tanaman pangan

Kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara Agraris yang cukup besar dengan berbagai komoditi yang ditanam baik dari tanaman pangan, tanaman perkebunan maupun hortikultura. Mungkin anda masih ada yang kebingungan tentang pengertian dari tanaman pangan ataupun hortikultura? jangan khawatir pada pertemuan kali ini admin akan mengupass tuntas semuanya agar sobat dapat paham tentang dua jenis komoditi pertanian tersebut.