• BRI dan Pemda Jateng Keluarkan Kartu Tani Serba Guna
    BRI dan Pemda Jateng Keluarkan Kartu Tani Serba Guna
    09/05/2016 - 0 Comments

    Bank BRI bersama pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mempersembahkan…

  • Cara Kerja dan Macam Fungisida
    Cara Kerja dan Macam Fungisida
    24/02/2016 - 0 Comments

    Fungisida merupakan senyawa kimia yang mempunyai peranan dalam mengendalikan…

  • Macam Varietas Padi di Indonesia
    Macam Varietas Padi di Indonesia
    25/02/2016 - 0 Comments

    Secara umum, tanaman padi dibedakan dalam 3 jenis varietas: 1. Varietas…

  • Manfaat Merotasi atau gilir tanam
    Manfaat Merotasi atau gilir tanam
    04/04/2016 - 0 Comments

    Rotasi tanam atau gilir tanam adalah salah satu sistem budidaya tanaman…

  • Pengertian atau Definisi Pertanian Menurut  Para ahli  Agriculture
    Pengertian atau Definisi Pertanian Menurut Para ahli Agriculture
    23/02/2016 - 0 Comments

    Banyak orang yang mungkin belum tahu arti dari pertanian pada umumnya dan…

  • Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Sidak Pelaksanan kartu tani di Gringsing Batang ternyata belum berjalan dengan baik
    Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Sidak Pelaksanan kartu tani di Gringsing Batang ternyata belum berjalan dengan baik
    26/08/2016 - 0 Comments

    Pelaksanan pilot project kartu tani di Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang…

TLOGO UPPO Solusi Kelangkaan Pupuk diTingkat Petani  TLOGO Simluhtan, Kelompok Tani, E RDKK dan Pupuk Subsidi  TLOGO Kelebihan dan kekurangan Pupuk Daun  TLOGO Fungsi dan Pengertian pupuk hayati  TLOGO Pengalaman dan Perlunya Perubahan Kebijakan Dalam Subsidi Pupuk  

Senin, 05 September 2016

Mudahnya Mengukur Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah sangat penting bagi petani dalam mengembangkan usahataninya. Namun untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah bukanlah hal yang mudah. Uji laboratorium harus dilakukan terhadap contoh tanah yang diambil dari beberapa lokasi tanah yang ingin diketahui tingkat kesuburannya. Namun ada beberapa cara mudah dan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui kesuburan tanah. Meskipun hasilnya tidak selalu akurat, namun cara ini setidaknya bisa menjadi indikator awal untuk mengetahui tingkat kesuburannya.
  1. Menanam Jagung dan Ilalang. Pertumbuhan jagung dan rumput ilalang adalah indikator yang sangat baik untuk mengukur kemudian menunjukkan tingkat kesuburan tanah. Jika jagung dan rumput dapat tumbuh subur maka berarti tanah itu subur.
  2. Menggunakan Kunyit. Salah satu faktor penentu kesuburan tanah adalah dengan mengetahui secara tepat tingkat keasaman atau pH tanah. Jika ingin benar-benar akurat maka pengukuran pH tanah bisa menggunakan alat pH meter, namun ada cara yang lebih mudah dan sederhana, yaitu dengan menggunakan kunyit. Caranya, ambil kunyit sebesar jari telunjuk, potong menjadi dua. Salah satu potongan dimasukkan ke dalam tanah basah yang akan kita ukur pH nya, tunggu sampai 30 menit. Setelah itu ambil kunyit itu dan lihat warna bagian potongan Jika warna bagian yang terpotong tadi pudar berarti tanah bersifat asam, dan pH tanah netral jika hasil potongan tadi berwarna tetap cerah. Akan tetapi jika warna kunyit tadi biru berarti tanah itu cenderung basa.
  3. Melihat Keberadaan Cacing Tanah. Cacing tanah bisa menjadi indikator kesuburan tanah, karena sebagian besar bahan tanah mineral yang dicerna cacing tanah dikembalikan ke dalam tanah dalam bentuk nutrisi yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman. Selain itu, kotoran cacing tanah juga kaya unsur hara. Pasalnya, aktivitas cacing tanah mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara N, P, dan K di dalam tanah. Cacing tanah juga bermanfaat memperbaiki aerasi dan drainase di dalam tanah sehingga tanah menjadi gembur, serta membantu menguraikan bahan organik di dalam tanah dan memperbaiki struktur tanah. Dengan demikian semakin banyak cacing tanah yang ada dalam tanah maka semakin subur tanah tersebut.
  4. Plastik Pengukur Bahan Oganik. Kesuburan tanah bisa diukur dari banyaknya bahan organik atau C-organik yang tersedia dalam tanah. Ada cara mudah untuk mengukur kandungan bahan organik dalam tanah, yaitu dengan menggunakan plastik panjang. Caranya, siapkan plastik panjang 1 meter, ambil sampel tanah di beberapa titik lokasi dalam lahan, kemudian campur tanah itu hingga merata. Ikat salah satu ujung plastik dan masukkan tanah hingga setengah panjang plastik. Masukkan air hingga penuh kemudian ikat ujungnya. Kocok sampai tanah itu merata, gantung platik pada tiang dan biarkan 1-2 jam. Setelah benar-benar mengendap akan terlihat komposisi Humus akan berada pada lapisan tanah paling atas dan berwarna hitam, di bawahnya ada lapisan debu dan lempung, dan paling bawah adalah kerikil dan pasir. Semakin tebal lapisan bahan organik maka semakin subur tanah tersebut. (dari beberapa sumber/Sumarsono)
Sumber : http://tabloidsahabatpetani.com

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar