• Jenis Penyakit BLAS / Potong Leher dan Perkembanganya (Pyricularia grisea Sacc.) Di Tanaman Padi
    Jenis Penyakit BLAS / Potong Leher dan Perkembanganya (Pyricularia grisea Sacc.) Di Tanaman Padi
    11/03/2016 - 0 Comments

    PENYEBAB GAGAL PANEN PADI Penyakit blas atau busuk leher / potong…

  • Cara Mudah Mengetahui Keasaman Tanah
    Cara Mudah Mengetahui Keasaman Tanah
    15/04/2017 - 1 Comments

    Tanah menjadi faktor penting dalam budidaya tanaman. Selain sebagai media…

  • Klasifikasi dan simbol bahaya pada label pestisida
    Klasifikasi dan simbol bahaya pada label pestisida
    14/06/2016 - 0 Comments

    Klasifikasi dan simbol bahaya Tanda gambar dan kalimat peringatan bahaya…

  • Membasmi Lalat putih
    Membasmi Lalat putih
    28/02/2016 - 1 Comments

    Hama yang mengganas di musim kemarau ini terutama mengincar jambu biji,…

  • TEKNIK BUDIDAYA PADI METODE S.R.I (System of Rice Intensification)
    TEKNIK BUDIDAYA PADI METODE S.R.I (System of Rice Intensification)
    23/02/2016 - 0 Comments

    SRI merupakan singkatan dari System of Rice Intensification, suatu sistem…

  • DOSIS DAN CARA PEMUPUKAN PADI
    DOSIS DAN CARA PEMUPUKAN PADI
    23/02/2016 - 0 Comments

    Salam pertanian!! Tema artikel kali ini yang akan membahas tentang dosis dan…

TLOGO UPPO Solusi Kelangkaan Pupuk diTingkat Petani  TLOGO Simluhtan, Kelompok Tani, E RDKK dan Pupuk Subsidi  TLOGO Kelebihan dan kekurangan Pupuk Daun  TLOGO Fungsi dan Pengertian pupuk hayati  TLOGO Pengalaman dan Perlunya Perubahan Kebijakan Dalam Subsidi Pupuk  

Kamis, 25 Februari 2016

Cara Memilih Benih dan Penyiapan Bibit Padi yang Benar

Penggunaan benih bersertifikat dan benih dengan vigor tinggi sangat disarankan, karena (1) benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak, (2) benih yang baik akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan yang seragam, (3) ketika ditanam pindah, bibit dari benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar, dan (4) benih yang baik akan memperoleh hasil yang tinggi.

Gabah padi dapat dikelompokkan dalam dua grup, yaitu gabah yang memiliki densitas tinggi (DT) dan gabah dengan densitas rendah (DR). Gabah dengan DT memiliki spesifik gravitasi sekurang-kurangnya 1,20. Sedangkan gabah dengan densitas rendah (DR), spesifik gravitasi gabah sebesar 1,05 atau bahkan kurang. Gabah dengan DR tinggi memiliki tingkat abnormalitas bibit rendah. Pada benih dengan gabah densitas tinggi, lebar dan berat daun serta jumlah penggunaan karbohidrat oleh bibit lebih tinggi dibandingkan dengan gabah yang densitasnya rendah. Di lapangan, bibit yang berasal dari gabah dengan densitas tinggi akan lebih baik dari bibit yang berasal dari gabah dengan densitas rendah. Benih dengan kualitas baik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil.

Cara memilih benih yang baik

Untuk memilih benih yang baik, benih direndam dalam larutan 20 g ZA/liter air atau larutan 20 g garam/ liter air. Dapat juga digunakan abu dengan menggunakan indikator telur, yang semula berada dalam dasar air setelah diberi abu telur mulai terangkat kepermukaan. Kemudian benih yang mengambang/mengapung dibuang.

Untuk daerah yang sering terserang hama penggerek batang, disarankan benih perlakukan dengan pestisida berbahan aktif fipronil. Perlakuan pestisida ini juga dapat membantu mengendalikan keong mas.

1. Persiapan lahan pembibitan

Buat bedengan pembibitan dengan lebar 1,0-1,2 m dengan panjang bervariasi menurut keadaan lahan dan dengan luas pembibitan 400 m2. Luas bedengan ini cukup untuk ditebari 20-25 kg benih. Diusahakan agar lokasi pembibitan dekat dengan sumber air dan memiliki drainase yang baik, agar tempat pembibitan bisa cepat diairi dan cepat pula dikeringkan bilamana perlu. Setelah benih dipisahkan dari benih yang setengah terisi, sebelum disebarkan di pembibitan benih dibilas agar tidak mengandung larutan pupuk atau garam untuk kemudian direndam selama 24 jam dan setelah itu ditiriskan selama 48 jam.

2. Gunakan bahan organik pada lahan pembibitan
Saat menyiapkan pembibitan, campurkan untuk setiap m2 bedengan sekitar 2 kg bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, atau campuran berbagai bahan antara lain kompos, pupuk kandang, serbuk kayu, abu, sekam padi. Penambahan bahan organik memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar bisa dikurangi.

3. Lindungi bibit padi dari serangan hama

Tikus sangat menggemari benih padi yang baru disebar. Oleh karena itu berbagai usaha pengendalian hama tanaman perlu dilakukan di saat pembibitan. Buat pagar plastik mengelilingi tempat pembibitan untuk mencegah serangan tikus. Usaha ini akan lebih efektif apabila tempat pembibitan masing-masing petani berdekatan, atau bahkan bersama dalam satu lokasi pembibitan. Pasang bubu perangkap pada pagar plastik untuk

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar