• Teknik dan Cara Menanam Kacang Hijau
    Teknik dan Cara Menanam Kacang Hijau
    30/03/2016 - 0 Comments

    Kacang hijau (Vigna radiata. L) adalah tanaman sejenis palawija dari…

  • Jenis Jenis Penggerek Batang Padi / Sundeo dan Musuh Alaminya
    Jenis Jenis Penggerek Batang Padi / Sundeo dan Musuh Alaminya
    11/03/2016 - 0 Comments

                .BEBERAPA…

  • Bagaimana Cara Mengendalikan Wereng Coklat dan Tungro
    Bagaimana Cara Mengendalikan Wereng Coklat dan Tungro
    24/06/2016 - 0 Comments

    Padi banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia. Dalam budi-dayanya sering…

  • Fungsi dan Pengertian pupuk hayati
    Fungsi dan Pengertian pupuk hayati
    11/02/2020 - 2 Comments

    Pupuk hayati (biofertilizer) seringkali dianggap sebagai pupuk organik.…

  • ALAT GARIS TANAM JAJAR LEGOWO (ATAJALE)
    ALAT GARIS TANAM JAJAR LEGOWO (ATAJALE)
    24/02/2016 - 0 Comments

    Penanaman padi di Indonesia saat ini memiliki beberapa cara, diantaranya…

  • Green Newspaper, Koran yang dapat ditanam dan berbunga
    Green Newspaper, Koran yang dapat ditanam dan berbunga
    18/05/2017 - 0 Comments

    Jepang selalu selangkah lebih maju daripada negara lainnya. Yang terbaru,…

TLOGO UPPO Solusi Kelangkaan Pupuk diTingkat Petani  TLOGO Simluhtan, Kelompok Tani, E RDKK dan Pupuk Subsidi  TLOGO Kelebihan dan kekurangan Pupuk Daun  TLOGO Fungsi dan Pengertian pupuk hayati  TLOGO Pengalaman dan Perlunya Perubahan Kebijakan Dalam Subsidi Pupuk  

Sabtu, 16 April 2016

Tahapan Pembuatan Pupuk Urea

Pembuatan pupuk urea memerlukan teknologi tinggi dengan sistem produksi dan menejemen yang transedental. Pupuk urea secara umum dibuat dari bahan baku berupa gas karbon dioksida (CO2) dan cairan amoniak (NH3). Suplai bahan baku karbon dioksida dilakukan secara sintetis, sedangkan suplai cairan amoniak dipenuhi dari pabrik amoniak yang biasanya terletak tidak jauh dari pabrik pembuatan pupuk urea.

Pada dasarnya, proses pembuatan pupuk urea melalui 6 unit tahapan yaitu unit sintesa, unit purifikasi, unit kritaliser, unit prilling, unit recovery, dan unit kondensat treatment. Ke enam tahapan tersebut secara rinci adalah sebagai berikut:

1. Unit Sintesa

Unit sintesa adalah unit terpenting dalam proses pembuatan pupuk urea. Unit ini bekerja untuk mereaksikan gas karbondioksida dengan cairan amoniak. Pereaksian kedua bahan baku pupuk urea tersebut dilakukan di dalam urea reaktor yang kedap udara bertekanan 175 kg/cm2 G. Selama proses reaksi, recycle katalisator berupa karbamat yang berasal dari unit recovery dimasukan ke dalam urea reaktor. Setelah selesai, hasil sintesa urea kemudian di kirim ke unit purifikasi untuk memisahkan Ammonium Karbamat dan amonia berlebih setelah stripping CO2 dilakukan.

2. Unit Purifikasi
Unit purifikasi adalah unit yang bekerja memisahkan Amonium Karbamat yang tidak terkonversi dan kelebihan Ammonia dari hasil unit sintesa. Pemisahan dilakukan dengan 2 langkah penurunan tekanan secara berkala, yaitu 17 kg/cm2 G dan 22,2 kg/cm2 G. Hasil purifikasi yang berupa gas karbondioksida dan cairan amoniak lalu dikirim ke unit recovery, sedangkan larutan urea dikirim ke unit kristaliser.

3. Unit Kristaliser

Unit kristaliser adalah unit yang bekerja mengkristalkan larutan urea yang dikirim dari unit purifikasi. Pengkristalan dilakukan secara kedap udara, lalu kristal urea yang dihasilkan dipisahkan dengan cara sentrifugasi. Kristal urea kemudian dikirim ke unit prilling.

4. Unit Prilling
Unit prilling adalah unit yang bekerja membentuk kristal urea menjadi urea butiran (urea prill). Kristal urea yang datang dari unit kristaliser di keringkan hingga minimal 99,8% dari berat awalnya dengan udara panas. Pengeringak kemudian dilakukan menggunakan udara dingin hingga terbentuklah butiran-butiran urea yang selama ini kita lihat. Urea butiran tersebut kemudian dikirim ke bagian bulk storage melalui belt conveyor.

5. Unit Recovery
Unit recovery adalah unit yang berguna mendaur ulang gas amoniak (NH3) dan gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari unit purifikasi. Daur ulang dilakukan dengan 2 tahap absorbsi melalui Mother  Liquor. Gas hasil daur ulang kemudian dikirim kembali ke unit sintesa.

6. Unit Kondensat Treatment
Unit kondensat treatment adalah unit yang bekerja mendaur ulang sejumlah kecil kondensat urea, uap air, karbondioksida, dan amoniak yang terbuat saat proses kritalisasi dilakukan. Gas NH3 dan CO2 yang dihasilkan dari kondensat kemudian dikirim ke unit purifikasi untuk diolah kembali, sedangkan air kondensat dikirim ke unit utilitas.

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar