• UPPO Solusi Kelangkaan Pupuk diTingkat Petani
    UPPO Solusi Kelangkaan Pupuk diTingkat Petani
    15/09/2021 - 0 Comments

    Pupuk merupakan salah satu faktor produksi yang penting dan sangat menentukan…

  • Hama Dan Penyakit Padi Pada Umumnya
    Hama Dan Penyakit Padi Pada Umumnya
    28/03/2016 - 0 Comments

    1.Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) 1.Hama putih (Nymphula…

  • Bagaimana Cara Mengendalikan Wereng Coklat dan Tungro
    Bagaimana Cara Mengendalikan Wereng Coklat dan Tungro
    24/06/2016 - 0 Comments

    Padi banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia. Dalam budi-dayanya sering…

  • Cara menanam cabe dalam polybag
    Cara menanam cabe dalam polybag
    07/02/2017 - 0 Comments

    Cabe merupakan salah satu komoditas pertanian yang harganya sangat…

  • HEMAT TEMPAT, BUAHNYA NIKMAT
    HEMAT TEMPAT, BUAHNYA NIKMAT
    26/02/2016 - 0 Comments

    Bertanam melon tak harus di lahan luas. Di teras atau di garansi mobil…

  • MENGENDALIKAN SERANGAN ULAT GRAYAK
    MENGENDALIKAN SERANGAN ULAT GRAYAK
    26/02/2016 - 0 Comments

    Prof. Soemartono Sosromarsono, Dr. Aunu Rauf dan Ir. A. Toerngadi, MSc,…

TLOGO UPPO Solusi Kelangkaan Pupuk diTingkat Petani  TLOGO Simluhtan, Kelompok Tani, E RDKK dan Pupuk Subsidi  TLOGO Kelebihan dan kekurangan Pupuk Daun  TLOGO Fungsi dan Pengertian pupuk hayati  TLOGO Pengalaman dan Perlunya Perubahan Kebijakan Dalam Subsidi Pupuk  

Jumat, 25 Maret 2016

Melawan Penyakit Blas pada tanaman Padi



 Serangan pada fase generative akan menginfeksi leher malai yang disebut blas leher (“neck blast”). Akibatnya, ujung tangkai malai menjadi busuk, mudah patah dan gabah hampa. Berdasarkan gejala ini, penyakit blas pada fase generatif lebih dikenal dengan nama potong leher atau busuk leher (“neck rot”) atau penyakit busuk pangkal malai. Penyakit blas pada fase generatif (potong leher) lebih merugikan daripada blas daun (fase vegetatif).

Perkembangan penyakit blas dipicu oleh penanaman varietas padi yang peka, jarak tanam rapat dan pemupukan N tinggi tanpa diimbangi dengan P dan K. Selain itu, penyakit blas tergolong seed born disease (penyakit terbawa biji/benih). Artinya, bila benih dari tanaman terserang patogen blas ditanam, maka tanaman padi yang tumbuh dari benih tersebut sudah membawa patogen blas. Memperhatikan fakta ini, direkomendasikan pengendalian penyakit blas sebagai berikut:
  1. Tanam benih sehat. Benih sehat adalah benih yang tidak membawa patogen blas. Benih ini berasal dari tanaman yang tidak terserang patogen blas (tidak bergejala blas, baik daun maupun pangkal malai). Benih sehat juga dapat diperoleh dengan perlakuan benih menggunakan fungisida sistemik
  2. Tanam varietas tahan. Inpari 4, 11, 14 dan Inpari Sidenuk tahan/toleran terhadap penyakit potong leher. Penggunaan VUB ini menurunkan infeksi penyakit potong leher 46-94%, tergantung VUB yang digunakan.
  3. Tanam cara jajar legowo. Dengan tanam jajar legowo, kelembaban di pertanaman padi tidak tinggi, dapat menghambat perkembangan penyakit blas.
  4. Pemupukan NPK sesuai kandungan hara tanah. Dengan pemupukan NPK sesuai kandungan hara tanah, kebutuhan unsur hara tanaman padi dapat dipenuhi sehingga tanaman padi tumbuh optimal dan dapat mempertahankan diri dari gangguan penyakit blas.
  5. Menyemprot tanaman padi dengan fungisida. Fungisida Tricyclazole efektif mengendalikan penyakit blas leher bila disemprotkan pada saat bunting dan berbunga. (MCM)
Sumber : http://tabloidsahabatpetani.com

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar